Junta Myanmar membantah menembaki kendaraan secara langsung. Mereka menyatakan bahwa tembakan dilakukan sebagai peringatan setelah konvoi tidak berhenti meskipun sudah diberikan isyarat untuk berhenti.
"Ketika kami melihat konvoi, kami menghentikannya. Tetapi mereka melanjutkan perjalanan. Kami melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter, namun mereka tidak berhenti," katanya.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu (2/4/2025) mengonfirmasi bahwa tim penyelamat dan bantuan mereka aman. Juru bicara militer Myanmar menambahkan lembaga internasional yang ingin memberikan bantuan harus memberi tahu pemerintah Myanmar terlebih dahulu.
TNLA, yang mengawal konvoi bantuan Palang Merah Tiongkok, menyatakan mereka telah memberi tahu Dewan Militer mengenai perjalanan menuju Mandalay. Dengan adanya gencatan senjata sementara ini, diharapkan upaya penyelamatan dan bantuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.